RESKRIM POLSEK PANGKAJENE TINJAU TKP DUGAAN PENCURIAN ALAT AUDIO MASJID AL IKHLAS
Pangkajene, 09 Januari 2026 – Personel Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pangkajene segera merespons dugaan pencurian alat audio di Masjid Al Ikhlas, Jalan Poros Paccelang, Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Tim yang dipimpin oleh Kepala Seksi Penyelidikan dan Tindak Pidana (SPKT) Aiptu Afons, bersama Kanit Bimmas, petugas piket fungsi, serta bhabinkamtibmas wilayah, melakukan tinjauan lokasi sekitar pukul 06.30 WITA hari ini.
Korban perkara adalah pihak pengelola Masjid Al Ikhlas yang kehilangan dua unit peralatan penting, yaitu amplifier dan mixer audio. Kejadian ini pertama kali terdeteksi oleh Jalaluddin (47 tahun, nelayan), seorang jamaah masjid, saat akan melaksanakan shalat Subuh sekitar pukul 04.15 WITA. Ia merasa heran karena adzan yang biasanya mengumandangkan secara otomatis tidak terdengar, dan setelah memeriksa ruangan penyimpanan, menemukan bahwa peralatan sudah tidak ada di tempatnya.
H. Abd Latif (49 tahun, nelayan), salah satu pengurus masjid, menyampaikan bahwa peralatan yang hilang sangat penting untuk mendukung kegiatan ibadah dan pengajian rutin. "Kita sangat bergantung pada peralatan ini, terutama untuk mengumandangkan adzan dan menyampaikan ceramah pada saat shalat Jumat maupun pengajian rutin," ujarnya.
Sementara itu, H. Lahae (58 tahun, petani), Ketua Masjid Al Ikhlas, menyatakan bahwa pihak masjid merasa dirugikan baik dari segi materi maupun aktivitas ibadah masyarakat. "Peralatan ini baru digunakan sekitar satu tahun. Selain kerugian materi, kita juga menghadapi gangguan pada aktivitas ibadah sekitar," jelasnya, menambahkan bahwa pihak masjid akan mengevaluasi keamanan sarana prasarana agar kejadian serupa tidak terulang.
Barang yang hilang adalah 1 buah Amplifier hitam merek TOA bernilai sekitar Rp2.000.000 dan 1 buah Mixer audio bernilai sekitar Rp5.000.000, dengan total kerugian mencapai Rp7.000.000. Dari pemeriksaan awal, petugas menduga pelaku masuk dengan cara melepas kaca jendela depan masjid dan memasuki ruang penyimpanan yang tidak terkunci.
Aiptu Afons dalam keterangan resmi menyampaikan bahwa tim penyelidikan sedang bekerja maksimal untuk mengungkap identitas pelaku. "Kami telah mengambil bukti fisik dari lokasi dan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik. Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian atau melihat orang mencurigakan di sekitar lokasi pada waktu kejadian diminta segera menghubungi Polsek Pangkajene atau bhabinkamtibmas masing-masing wilayah," ucapnya.
Saat ini, penyelidikan masih berlangsung dengan tim Reskrim Polsek Pangkajene sedang mengumpulkan bukti dan melakukan wawancara mendalam dengan saksi serta pengurus masjid untuk memperoleh informasi lebih lanjut.*
( Ahmad Latif )


