Rencana Pembangunan Diarahkan untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
PANGKEP, 08 JANUARI 2026 – Pemerintah Kelurahan Mattiro Sompe, Kecamatan Liukang Tupabbiring, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2027 dengan tema "Peningkatan Kualitas SDM Dan Infrastruktur Berkelanjutan Untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Yang Inklusif". Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Liukang Tupabbiring dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat terkait, sebagai upaya bersama menyusun rencana pembangunan yang tepat sasaran, adaptif, dan sesuai dengan harapan serta kebutuhan aktual wilayah.
Di antara hadirin yang menghadiri acara tersebut adalah Lurah Mattiro Sompe H. Muh Nasir, SE. MM; Ketua Lembaga Permusyawaratan Masyarakat (LPM) Makmur; Petugas Binmas Polsek Liukang Tupabbiring Aiptu Solotang; Babinsa Koramil terkait SB. Mose; perwakilan dari berbagai satuan pendidikan yaitu Abdullah (Kepala SMAN 7 Pangkep), Rusdi Saleh (Kepala SMPN 1 Pulau Balang Lompo), Hj. Nurlia (mewakili Kepala SDN 26 Pulau Balang Lompo), dan Himrawati (mewakili Kepala SDN 1 Pulau Balang Lompo); Kepala Puskesmas Liukang Tupabbiring Muh Hidayat; tokoh agama dari berbagai agama yang ada di wilayah; perwakilan pemodal lokal; perwakilan masyarakat dari berbagai profesi; Ketua RW dan RT dari seluruh dusun di Kelurahan Mattiro Sompe; Ketua Pos Yandu; serta Hasrawati yang mewakili Ketua Majelis Taklim Nurul Ma'rifat.
Dalam sambutannya, Lurah H. Muh Nasir menekankan urgensi tinggi pelaksanaan Musrenbang tahun ini sebagai tahap awal penyusunan rencana pembangunan yang benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang tidak memperhatikan kapasitas sumber daya manusia akan sulit memberikan dampak yang optimal bagi kemajuan wilayah.
"Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia menjadi pondasi utama, karena tanpa SDM yang kompeten, pembangunan infrastruktur tidak akan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Kita tidak hanya ingin membangun fasilitas fisik, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola dan mendapatkan manfaat maksimal dari pembangunan tersebut," ujarnya.
Selain itu, Ketua LPM Makmur menyampaikan harapan agar hasil musyawarah dapat menjadi landasan konkret bagi implementasi pembangunan di tahun depan. Ia menekankan pentingnya partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam memastikan setiap usulan yang diajukan merupakan representasi kebutuhan bersama.
"Kita mengharapkan partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat agar setiap usulan yang diajukan benar-benar mencerminkan kebutuhan bersama dan dapat memberikan manfaat yang luas. LPM berperan sebagai wadah untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan memastikan bahwa tidak ada kelompok yang terpinggirkan dalam proses pembangunan," katanya.
Pada sesi pemaparan usulan, berbagai pihak menyampaikan usulan yang terkait dengan fokus tema Musrenbang tahun ini. Perwakilan sekolah, Abdullah, mengusulkan perluasan program pelatihan keterampilan bagi siswa dan masyarakat sekitar untuk mendukung peningkatan kualitas SDM. Menurutnya, pelatihan keterampilan seperti komputerisasi, pengolahan hasil pertanian, dan kerajinan tangan akan membantu meningkatkan daya saing masyarakat khususnya generasi muda.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Muh Hidayat mengajukan usulan peningkatan fasilitas kesehatan dasar di wilayah kelurahan, khususnya penambahan posyandu di dusun yang belum memiliki akses layanan kesehatan memadai dan penyediaan alat kesehatan dasar yang lebih lengkap. Tujuannya adalah untuk memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Tak hanya itu, perwakilan masyarakat dari kelompok nelayan, Sharir, juga mengajukan usulan penting bagi kelompoknya. Ia menyampaikan permintaan agar pemerintah dapat membantu dan memfasilitasi para nelayan dengan menyediakan mesin alat penyelam kompresor. Menurut Sharir, peralatan tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas menangkap ikan dan hasil laut lainnya, yang pada akhirnya akan mendorong perekonomian nelayan lokal dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Semua usulan yang diajukan akan melalui proses evaluasi mendalam oleh tim penyusun rencana pembangunan Kelurahan Mattiro Sompe, bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Proses evaluasi akan memperhatikan aspek kebutuhan mendesak, ketersediaan anggaran, manfaat yang akan diperoleh, serta keberlanjutan dari setiap program yang diusulkan sebelum dijadikan bagian dari rencana pembangunan tahun 2027.
Acara ditutup dengan kesepakatan bersama bahwa seluruh pihak akan bekerja sama secara sinergis untuk mengawal pelaksanaan rencana pembangunan yang akan disusun. Semua peserta menyepakati untuk mendukung dan mengawasi implementasi program pembangunan guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kelurahan Mattiro Sompe.*
( Ahmad Latif )



