Pembinaan Kemandirian Berbasis Lingkungan, Lapas Narkotika Muara Beliti Olah Limbah Jadi Pupuk Kompos.
Muara Beliti — Dalam upaya meningkatkan pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti melaksanakan kegiatan pembuatan pupuk kompos dari limbah organik, Selasa (20/01/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pemanfaatan limbah, seperti sisa sayuran dan dedaunan, untuk diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat. Proses pembuatan kompos melibatkan warga binaan di bawah pengawasan petugas, sekaligus menjadi sarana edukasi tentang pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan lapas, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
“Melalui kegiatan pembuatan pupuk kompos ini, kami menanamkan nilai kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta keterampilan yang memiliki nilai ekonomis bagi warga binaan,” ujar Herdianto.
Pupuk kompos yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Narkotika Muara Beliti, sehingga tercipta siklus pembinaan berkelanjutan antara pengolahan limbah dan program ketahanan pangan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan ramah lingkungan, sejalan dengan tujuan sistem pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat.(Nasrullah).


