Kadis PMD Boalemo Tegaskan Desa Jadi Titik Tumbuh Ekonomi dan Pondasi Pembangunan Nasional
BOALEMO — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Boalemo, Syafrudin Kadir Lamusu, SE, MM, menegaskan komitmennya untuk menjadikan desa sebagai titik tumbuh ekonomi, pusat pelayanan, serta pondasi utama pembangunan bangsa, khususnya di Kabupaten Boalemo.
Menurut Syafrudin, desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek dan motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional serta Asta Cita ke-6 Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai fondasi pembangunan Indonesia.
"Kita jadikan desa sebagai titik tumbuh ekonomi dan pembangunan. Desa adalah pondasi bangsa, pusat pertumbuhan, sekaligus ruang lahirnya kemandirian masyarakat,” tegas Syafrudin.
Ia menjelaskan, semangat tersebut juga tercermin dalam tema Hari Desa Nasional, yakni “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”, yang menegaskan peran strategis desa sebagai garda terdepan pembangunan nasional.
Syafrudin berharap seluruh desa di Kabupaten Boalemo dapat mengimplementasikan secara maksimal program-program prioritas yang telah dikukuhkan dalam Peraturan Menteri Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional, di antaranya:
1. Penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT Dana Desa
2. Penguatan desa berketahanan iklim dan tangguh bencana
3. Peningkatan promosi dan layanan dasar kesehatan skala desa
4. Program ketahanan pangan, lumbung pangan, energi, dan penguatan lembaga ekonomi desa
5. Dukungan implementasi Koperasi Desa Merah Putih
6. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa melalui Padat Karya Tunai Desa
7. Pembangunan infrastruktur digital dan teknologi di desa
8. Program sektor prioritas lain sesuai kebutuhan dan kondisi mendesak masyarakat desa yang diputuskan melalui musyawarah desa
Lebih lanjut, Syafrudin menyampaikan bahwa saat ini dirinya tengah menghadiri Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, bersama Direktur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT).
"Tahun ini, karena dampak efisiensi anggaran, rangkaian kegiatan Hari Desa Nasional 2026 belum sempat digelar secara luas. Namun kami berharap pada tahun-tahun mendatang, peringatan ini dapat dirayakan lebih meriah dan memberikan dampak nyata bagi desa-desa,” ujar Syafrudin kepada media, Kamis (15/1/2026).
Ia menegaskan, meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan, komitmen membangun desa tidak boleh surut, karena masa depan pembangunan nasional sesungguhnya bertumpu pada kekuatan dan kemandirian desa. (rey)


