Janji Perbaikan Jalan Lintas Musi Rawas–Sekayu Dipertanyakan, Warga Tagih Aksi Nyata

Table of Contents

 



MUSI RAWAS — Janji Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru untuk memperbaiki Jalan Lintas Musi Rawas–Sekayu pada Januari 2026 kini dipertanyakan publik. Pasalnya, hingga akhir Januari berlalu dan Februari di depan mata, kondisi jalan justru kian memprihatinkan, Kamis (29/1/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan aspal hancur, lubang menganga, serta genangan air yang membahayakan pengguna jalan. Jalur vital penghubung ekonomi antarwilayah itu kini berubah menjadi lintasan rawan kecelakaan.

Hampir setiap hari, kendaraan angkutan mengalami kerusakan, bahkan terbalik akibat kondisi jalan yang rusak parah. Para sopir, warga sekitar, hingga pelaku usaha mengaku kelelahan menunggu realisasi perbaikan yang dijanjikan pemerintah.

“Janji tinggal janji. Kami tidak menuntut jalan mulus, cukup layak dilalui. Tapi ini seperti dibiarkan hancur,” ujar seorang sopir truk yang mengaku merugi jutaan rupiah akibat kerusakan kendaraannya.

Menurut warga, kerusakan jalan ini bukan lagi soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan jiwa. Beberapa kecelakaan disebut sudah menjadi pemandangan rutin di jalur tersebut.

“Setiap hari ada saja mobil rusak atau terguling. Ini sudah seperti rutinitas, bukan lagi kejadian luar biasa,” kata warga setempat.

Masyarakat juga mempertanyakan peran pemerintah pusat. Sebab, Jalan Lintas Musi Rawas–Sekayu merupakan bagian dari sistem transportasi nasional yang seharusnya mendapat perhatian serius.

Namun hingga kini, koordinasi dan tindakan nyata belum terlihat. Keluhan terus disuarakan, tetapi belum diikuti solusi konkret.

Janji politik yang pernah disampaikan di hadapan publik kini menjadi beban moral. Warga Musi Rawas dan pengguna jalan menagih bukan lagi wacana, melainkan aksi nyata.

Setiap hari keterlambatan perbaikan berarti potensi kecelakaan baru, kerugian material, dan ancaman keselamatan bagi masyarakat.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga menilai sejarah akan mencatat bahwa jalan ini hancur bukan hanya karena usia dan cuaca, tetapi karena janji yang tak kunjung ditepati.(Nasrullah). 





Tak-berjudul81-20250220065525