Anak 13 Tahun Terperosok ke Sumur 18 Meter di Lubuklinggau, Berhasil Dievakuasi Selamat
Lubuklinggau — Seorang anak berusia 13 tahun bernama Rahmat Ifan Dimas terperosok ke dalam sumur sedalam sekitar 18 meter di belakang Cafe Galaxi, RT 07 Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Selasa (27/1/2026).
Kejadian tersebut dibenarkan oleh pihak keluarga korban, Agus dan Sangkut, saat diwawancarai awak media. Dimas diketahui merupakan pelajar yang berdomisili di Jalan Jambi Lama RT 03, Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.
Peristiwa bermula pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 23.45 WIB. Saat itu korban bersama lima orang temannya sedang berkumpul di Simpang Belalau I. Tiba-tiba datang sebuah sepeda motor yang tidak dikenal dan hampir menabrak mereka. Karena panik, korban bersama teman-temannya berlarian menyelamatkan diri.
Naas, ketika berlari ke arah belakang Cafe Galaxi, Dimas tidak menyadari adanya sumur dalam kondisi terbuka dan langsung terjatuh ke dalam sumur sedalam kurang lebih 18 meter yang saat itu kering.
Hingga keesokan harinya korban tidak pulang ke rumah. Sekitar pukul 17.00 WIB, salah satu temannya, Pandu Morisga (13), bersama rekan-rekannya mendatangi rumah korban, namun Dimas belum kembali. Mereka kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi tempat mereka berlarian pada malam sebelumnya.
Saat memanggil-manggil nama korban di belakang Cafe Galaxi, Pandu mendengar sahutan dari dalam sumur. Mengetahui hal itu, mereka segera meminta bantuan warga sekitar.
Sekitar pukul 20.15 WIB, tim Pemadam Kebakaran Kota Lubuklinggau yang dibantu oleh TNI, Polri, serta masyarakat berhasil mengevakuasi korban dari dalam sumur.
Korban yang diperkirakan berada di dalam sumur hampir 24 jam berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ar-Bunda Lubuklinggau untuk mendapatkan perawatan medis.
Beruntung, meskipun terjatuh dari kedalaman yang cukup ekstrem, nyawa korban dapat diselamatkan berkat respons cepat tim gabungan dan kepedulian warga sekitar.
(Nasrullah).


