JPKP PANGKEP LAKUKAN PEMANTAUAN LAPANGAN TERKAIT DUGAAN KERACUNAN MBG SISWA SPPG 02 LABAKKANG
Pangkep – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Pangkep melakukan kunjungan lapangan terkait dugaan keracunan Makanan Berbasis Gizi (MBG) yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan dari Dapur SPPG 02 Labakkang, Rabu (10/12/2025). Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua JPKP Azizah Latif dan Vera Oktaviana, Bendahara JPKP DPD Pangkep, dengan semangat "Salam Pengabdian Tanpa Syarat dan JPKP Siap Melayani!!".
Pada kunjungan pertama ke Dapur SPPG 02 Labakkang, Azizah Latif bertemu langsung dengan Penanggung Jawab Dapur SPPG Muh. Anwar. Menurut Anwar, total MBG yang dibagikan pada hari kejadian sebanyak 1.950 paket, dan jumlah siswa yang terdampak menurut data internal dapur adalah sekitar 30 orang. Beliau menegaskan bahwa penyebab dugaan keracunan belum dapat dipastikan secara pasti, karena hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep masih belum dirilis.
JPKP juga mencatat informasi dari video klarifikasi Dinas Kesehatan yang beredar di masyarakat, di mana disebutkan jumlah siswa yang terdampak mencapai 74 orang. Hal ini menimbulkan selisih data yang cukup nyata antara penanggung jawab SPPG dan Dinas Kesehatan. Azizah Latif menekankan perlunya adanya data resmi final dari pemerintah daerah untuk memastikan jumlah terdampak yang sebenarnya dan menghindari kesimpangsiuran informasi publik yang dapat menimbulkan kekhawatiran.
Selanjutnya, tim JPKP melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Labakkang untuk melihat kondisi langsung para siswa korban. Pihak kesehatan memberikan informasi resmi bahwa total pasien yang sedang dirawat di puskesmas adalah 6 siswa. Lima di antaranya direncanakan dipulangkan pada hari yang sama setelah menunjukkan perbaikan kondisi, sedangkan 1 siswa lain masih menjalani perawatan karena memiliki riwayat penyakit asam lambung yang memperparah gejala.
Selama wawancara langsung dengan pasien, Azizah Latif mengetahui bahwa menu MBG yang dikonsumsi adalah ayam woku dengan tingkat pedas yang dirasakan berasal dari jahe. Semua pasien menyatakan tidak makan makanan lain setelah mengonsumsi MBG, dengan keluhan utama berupa mual, sakit perut, dan perut terasa terlilit.
Dari hasil kunjungan, JPKP melakukan analisis sementara dan menemukan perbedaan nyata antara data SPPG (30 siswa) dan Dinas Kesehatan (74 siswa). Namun, lembaga tersebut menekankan bahwa belum dapat menyimpulkan adanya keracunan secara definitif, karena hasil laboratorium resmi yang menjadi bukti kuat belum diterbitkan.
Sebagai kesimpulan, JPKP menyatakan telah memantau langsung dua lokasi kunjungan dan berkomunikasi dengan semua pihak terkait. Lembaga tersebut akan terus menunggu hasil resmi dari Pemerintah Kabupaten Pangkep atau Dinas Kesehatan terkait data final jumlah terdampak dan hasil pemeriksaan laboratorium. JPKP juga siap melakukan pendampingan lanjutan terhadap siswa dan keluarga terdampak untuk memastikan kesejahteraan mereka. Laporan ini bersifat sementara dan akan diperbarui setelah rilis resmi hasil laboratorium diterbitkan.*
( Ahmad Latif/RNN Com. )



