Di Balik Popularitas Panggung, Penyanyi Gorontalo Inisial ZA Diduga Jalankan Modus Penipuan Bermain Empati dan Ancaman
Gorontalo – Popularitas yang tengah menanjak di panggung musik Gorontalo kini berubah menjadi sorotan tajam. Seorang penyanyi perempuan berinisial ZA, yang dikenal luas lewat suara emas dan pesona panggungnya, diduga terlibat dalam praktik penipuan bermodus empati dan tekanan psikologis. Dugaan tersebut diungkapkan oleh seorang warga Gorontalo yang mengaku sebagai korban, Sabtu (27/12/2025).
Kepada awak media, narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menyampaikan bahwa dugaan penipuan terjadi pada Desember 2025, bertepatan dengan puncak popularitas ZA di industri musik lokal. Nama ZA kala itu tengah viral dan memiliki basis penggemar yang cukup besar, terutama dari kalangan kaum laki-laki.
Namun di balik citra publik yang memikat, korban mengaku menemukan sisi lain yang mencengangkan. Menurutnya, ZA tidak hanya menjual talenta bernyanyi, tetapi juga diduga memanfaatkan cerita kesedihan pribadi untuk membangun empati dan kedekatan emosional dengan para penggemarnya, termasuk mereka yang telah berkeluarga.
“Cerita yang disampaikan membuat kami merasa iba dan terpanggil untuk membantu,” ungkap narasumber.
Rasa empati tersebut kemudian berujung pada komunikasi intens yang mengarah pada hubungan transaksional. Korban mengaku telah mentransfer sejumlah uang kepada seseorang yang diperkenalkan sebagai manajer ZA, dengan dalih kebutuhan mendesak yang dikaitkan dengan kondisi pribadi sang penyanyi.
Namun kejanggalan mulai terasa hanya dalam hitungan jam setelah komunikasi dan transfer tersebut dilakukan. Menurut korban, sebuah tim yang diduga berada di belakang ZA mulai bergerak dengan peran masing-masing.
“Percakapan antara saya dan ZA dikirimkan kepada suaminya. Setelah itu, suaminya menghubungi saya dengan nada mengancam,” jelas narasumber.
Ancaman tersebut membuat korban merasa tertekan secara mental dan menyadari bahwa dirinya diduga telah masuk dalam skenario yang tersusun rapi. Korban menilai pola tersebut menunjukkan adanya dugaan penipuan yang dilakukan secara terorganisir, dengan memanfaatkan popularitas, empati, serta tekanan psikologis.
Melalui media, korban menyampaikan peringatan kepada masyarakat Gorontalo, khususnya kaum laki-laki, agar lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh kedekatan emosional yang dibangun figur publik, terutama melalui media sosial.
“Saya berharap cukup saya saja yang menjadi korban. Jangan sampai ada korban-korban berikutnya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi penyanyi berinisial ZA serta pihak-pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi dan konfirmasi, demi menjaga keberimbangan informasi dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. (*)


