BHABINKAMTIBMAS DESA KANAUNGAN KOORDINASI SEGERA, TANGANI LAPORAN SISWA SAKIT PERUT SETELAH MAKAN MBG
Pangkep – Bhabinkamtibmas Desa Kanaungan Aiptu Sudirman bersama staf Desa Kanaungan melaksanakan kegiatan koordinasi mendesak terkait pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah yang menerima jatah makanan tersebut. Kegiatan ini dilakukan menyusul adanya laporan beberapa siswa/siswi yang mengalami sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan pada hari sebelumnya.
Dalam rangka menindaklanjuti hal yang mengkhawatirkan itu, Bhabinkamtibmas bersama tim staf desa langsung berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SD Negeri 23 Sikkodasere Desa Kanaungan guna menggali informasi secara langsung. Dalam pertemuan yang berlangsung pada hari Selasa, tanggal 9 Desember 2025, sekitar pukul 10.00 WITA di ruang rapat SD Negeri 23 Sikkodasere, Desa Kanaungan, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, pihak-pihak terkait membahas berbagai aspek mulai dari kondisi siswa yang terkena dampak, proses pendistribusian makanan, hingga kemungkinan penyebab terjadinya gangguan kesehatan.
Selama koordinasi, Kepala Sekolah SD Negeri 23 Sikkodasere menyampaikan bahwa sebanyak 5 siswa kelas 3 dan 4 mengalami sakit perut dan mual setelah makan makanan MBG pada hari Senin (8 Desember 2025). Semua siswa telah diberikan perawatan pertama di posyandu desa dan kondisi mereka kini mulai membaik. “Kami langsung memberitahu pihak desa dan Bhabinkamtibmas setelah mengetahui kejadian ini. Proses pembuatan dan pendistribusian makanan sehari itu dilakukan sesuai prosedur, tetapi kami juga siap meninjau kembali setiap tahapnya,” ujar Kepala Sekolah.
Aiptu Sudirman sebagai Bhabinkamtibmas menekankan pentingnya tanggapan cepat untuk melindungi kesejahteraan siswa. “Kami berkoordinasi tidak hanya dengan sekolah, tetapi juga akan menghubungi dinas kesehatan daerah untuk memeriksa kualitas makanan yang tersisa dan menentukan penyebab pasti gangguan kesehatan. Tujuan kita adalah memastikan kejadian serupa tidak terulang dan program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi siswa tetap berjalan dengan aman,” katanya.
Selain membahas kondisi siswa dan proses pelaksanaan, pihak-pihak terkait juga sepakat untuk membuat langkah-langkah pencegahan ke depannya, seperti pemeriksaan rutin kualitas bahan baku, peningkatan kebersihan selama pembuatan makanan, dan pendataan lebih ketat terhadap siswa yang menerima MBG. Hasil dari koordinasi ini akan diteruskan kepada Dinas Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Pangkep sebagai bahan evaluasi dan penyesuaian kebijakan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, dengan semua pihak menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan masalah ini dan melindungi kesejahteraan siswa di Desa Kanaungan.*
( Ahmad Latif/RNN Com. )



