Bhabinkamtibmas Desa Bulutellue Kawal Distribusi Pupuk Subsidi, Pastikan Tepat Sasaran dan Sesuai HET
Tondong Tallasa, Pangkep – 12 Desember 2025 – Bhabinkamtibmas Desa Bulutellue Polsek Tondong Tallasa Polres Pangkep, Bripka Abd.Kadir, S.Psi.M.M., melakukan kunjungan ke agen pupuk subsidi di Kampung Pumbogolo, Desa Bulutellue, hari Jumat ini. Kunjungan bertujuan bersilaturrahmi dengan Gapoktan, agen pupuk Desa Bulutellue An.Muh.Ramli, dan para petani yang sedang membeli pupuk, sekaligus mengawal agar distribusi pupuk subsidi pemerintah berjalan tepat sasaran, stok cukup, dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.
Selama kunjungan, Bhabinkamtibmas menyampaikan kepada agen dan petani untuk memaksimalkan manfaat bantuan pupuk subsidi yang harga turun 20% dibanding tahun sebelumnya. "Bantuan ini diberikan pemerintah untuk mendukung program Ketahanan Pangan Nasional, agar produktivitas pertanian dan perkebunan di Desa Bulutellue meningkat. Semoga dengan ini, kita bisa mewujudkan swasembada pangan nasional dan menjadikan desa ini maju, aman, dan sejahtera," ujar Bripka Abd.Kadir.
Menurut Kepmentan Nomor 1117/KPTS/SR.310/M/10/2025, harga pupuk subsidi yang berlaku di agen adalah:
- Pupuk Urea: Rp 1.800/kg (Rp 90.000/zak)
- Pupuk NPK Phonska: Rp 1.040/kg (Rp 92.000/zak)
Jatah pupuk untuk setiap petani berbeda-beda, disesuaikan dengan luas dan karakteristik lahan yang dikelola. Semua data tercatat melalui aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi) Kementerian Pertanian & Pupuk Indonesia, sehingga petani hanya perlu membawa KTP untuk menebus pupuk. Untuk memudahkan, petani juga bisa cek kuota melalui aplikasi SIMPI, sedangkan distributor dan kios menggunakan Rekan (Retail Management System) serta WCM (webcammerce).
Agen pupuk subsidi Desa Bulutellue, An.Muh.Ramli, menyampaikan bahwa ketersedian pupuk untuk musim tanam rendengan 2025-2026 sudah cukup dan tersalurkan sesuai aturan. "Kami harap tahun ini tidak ada lagi petani yang mengeluh masalah pupuk seperti sebelumnya, sehingga hasil pertanian bisa meningkat signifikan," katanya.*
( Ahmad Latif/RNN Com. )



