74 Siswa Pangkep Diduga Keracunan MBG, DPRD Sidak SPPG 02 Labakkang

Table of Contents

 


PANGKEP,- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Lutfi Hanafi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sentra Penyediaan Pangan Guru dan Siswa (SPPG) 02 Labakkang, Rabu (10/12/2025). Tindakan ini sebagai tanggapan atas insiden dugaan keracunan yang melanda 74 siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

 



Insiden terjadi pada Senin (8/12/2025), di mana puluhan siswa dari SMA 13 Boarding School Pangkep dan SD Negeri 13 Kassiloe mengalami mual, muntah, dan diare beberapa jam setelah menyantap menu MBG. Laporan pertama diterima Kapolsek Labakkang AKP Sofyanto sekitar pukul 21.00 Wita, dan aparat kepolisian serta tenaga medis langsung turun ke lokasi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Pangkep Mansyur TP menyebutkan, total 27 siswa sempat dirujuk ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Labakkang, STMC Tonasa, dan RSUD Batara Siang pada malam kejadian. Hingga Selasa siang (9/12/2025), 17 siswa masih menjalani perawatan, meskipun kondisi sebagian lainnya sudah berangsur membaik.

“Dugaan awal mengarah pada makanan dari SPPG 02 Labakkang. Kami sudah ambil sampel makanan, terutama lauk ayam, untuk pemeriksaan laboratorium,” jelas Mansyur. Tim surveilans dan kesehatan lingkungan juga telah diturunkan untuk investigasi menyeluruh.

Dalam sidaknya, Lutfi Hanafi meninjau proses pengolahan makanan, kebersihan peralatan, dan sistem pendistribusian di SPPG. Ia menekankan bahwa kesehatan siswa tidak boleh dikompromikan dan kasus ini harus ditangani secara serius.

“Program MBG bagus, tapi jika ada kelalaian dalam pelaksanaan, harus dievaluasi menyeluruh. Bila terbukti pelanggaran, akan ada rekomendasi langkah tegas,” tegas politisi Fraksi Gerindra itu.

Penanggung jawab SPPG 02 Labakkang Muammar mengakui adanya dugaan kesalahan dalam penanganan bahan baku. “Mungkin ada kesalahan dalam pengolahan, bahan baku dimasak terlalu cepat sehingga belum matang sempurna. Tapi kami tunggu hasil lab,” katanya.

DPRD Pangkep memastikan akan terus mengawal penanganan kasus ini guna menjamin keamanan pangan dan melindungi keselamatan siswa.

 ( Ahmad Latif/RNN Com.)

Tak-berjudul81-20250220065525