PEMDES Tungkal1 melaksanakan Rembuk Stunting,
Table of Contents
bahwa Stunting (gagal tumbuh) adalah kondisi malnutrisi kronis dan penyakit berulang pada anak. Hal ini dapat diukur dengan membandingkan tinggi anak dengan Standar Grafik Pertumbuhan WHO, (15/10/2025)
Untuk membahas hal tersebut, Pemerintah Desa Tungkal1 Kecamatan pino Raya Kabupaten Bengkulu selatan mengadakan musyawarah Rembuk Stunting yang dilaksanakan hari Selasa (13/10/2025) bertempat di Aula kantor Desa Tungkal1 Kecamatan Pino Raya dengan menghadirkan unsur Pemerintah Desa dan Kecamatan, pihak Puskesmas dan Bhabinkamtibmas Desa.
Rembuk Stunting merupakan program Nasional dalam rangka mencegah terjadinya stunting pada anak-anak balita, dan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi prevalensi gagal tumbuh melalui program-program anti-stunting yang terintegrasi dari tingkat Pusat sampai tingkat Desa.
Musyawarah rembuk stunting dihadiri Kepala Desa Bapak Andri Eko oktavianto Kepala Puskesmas, Bhabinkamtibmas Desa, Pendamping Desa Kecamatan Pino Raya, para bidan dan masyarakat Desa.
Kepala Puskesmas Tungkal memberikan penjelasan bahwa Penyebab stunting adalah akibat dari kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yg biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun. Pencegahan stunting di mulai dari bayi setelah lahir harus segera mendapatkan Asi eklusif sampai umur 6 bln dan sampai umur 2 thn hrs ada makanan pendamping.
“Kurangnya pengetahuan masyarakat terutama ibu-ibu hamil dalam menjaga gizi anak adalah salah satu penyebab stunting” kata Kapus.
“Melalui acara Rembuk ini, pemerintah bertujuan membangun kapasitas dan komitmen terhadap unsur-unsur pelaksana stunting untuk bisa merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi dalam rangka untuk mengurangi angka gagal tumbuh” tutur Kades Tungkal1. Arisman.


