Opini: Ketika Suara Lokal Pangkep Terpinggirkan – Menggugat Peran Pemda.
Table of Contents
Pangkep – Di tengah gemuruh informasi yang serba cepat, media lokal di Pangkep berjuang untuk tetap relevan dan bermakna. Namun, ironisnya, peran vital mereka seringkali terabaikan, bahkan dipandang sebelah mata oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Kondisi ini bukan hanya merugikan para jurnalis dan pekerja media lokal, tetapi juga masyarakat Pangkep secara keseluruhan.(21/10/2025)
Media lokal memiliki keunggulan yang tak bisa dipungkiri. Mereka memahami seluk-beluk daerah, dekat dengan masyarakat, dan mampu menyajikan berita yang relevan dengan kebutuhan lokal. Mereka adalah mata dan telinga masyarakat, yang melaporkan isu-isu penting seperti pembangunan infrastruktur, masalah lingkungan, kegiatan sosial, hingga potensi ekonomi daerah. Melalui karya jurnalistik mereka, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan, dan kebijakan pemerintah dapat dikawal.
Namun, apa jadinya jika suara-suara ini tak didengar? Ketika Pemda cenderung lebih memilih media mainstream atau media yang berpusat di kota besar, media lokal menjadi terpinggirkan. Anggaran iklan yang seharusnya menjadi sumber pendapatan penting bagi media lokal dialihkan ke tempat lain. Akibatnya, banyak media lokal yang kesulitan untuk bertahan, bahkan terpaksa gulung tikar.
Padahal, keberadaan media lokal yang kuat dan independen sangat penting untuk menciptakan tata pemerintahan yang baik (good governance). Media lokal dapat menjadi mitra strategis bagi Pemda dalam menyebarkan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat. Mereka juga dapat berperan sebagai pengawas yang kritis terhadap kebijakan pemerintah, sehingga mencegah terjadinya penyimpangan dan praktik korupsi.
Oleh karena itu, sudah saatnya Pemda Pangkep mengubah paradigma dan memberikan perhatian yang lebih besar kepada media lokal. Alokasi anggaran yang adil, pelatihan jurnalistik, dan dukungan terhadap program-program pengembangan media lokal adalah beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan. Dengan begitu, media lokal dapat tumbuh dan berkembang, serta menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi dan pembangunan daerah.
Kita berharap, Pemda Pangkep dapat melihat media lokal sebagai aset berharga yang perlu dijaga dan diperkuat. Suara lokal adalah suara masyarakat Pangkep, dan sudah seharusnya didengar dan dihargai. Jangan biarkan suara-suara ini meredup, karena tanpa mereka, pembangunan Pangkep akan pincang dan tidak inklusif.
Oleh Ahmad Latif.(*)


