Polres Pohuwato Amankan Aksi AMBEPEDA, Situasi Berjalan Kondusif
RNN.com - POHUWATO – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Bersama Penambang Daerah (AMBEPEDA) berlangsung di Kabupaten Pohuwato, Senin (8/9/2025). Massa berjumlah sekitar 30 orang berkumpul di Lapangan Poudaa, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, lalu bergerak menuju Kantor DPRD, Kantor Bupati, dan Polres Pohuwato sambil membawa kendaraan besar, sound system, ban bekas, serta selebaran tuntutan.
Dalam aksinya, massa mengangkat isu “Selamatkan Hak Masyarakat Adat Tambang Panua” dengan menyuarakan 14 tuntutan. Di antaranya pemulihan status hutan Desa Hulawa, penolakan relokasi warga, penyediaan air bersih dan jalan desa, hingga pengawasan terhadap dana CSR perusahaan tambang.
Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, S.I.K., M.H., bersama Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dan unsur Forkopimda, turun langsung menerima aspirasi massa di Kantor Bupati. Menanggapi tuntutan terkait keberadaan Polsubsektor Buntulia, Kapolres menegaskan bahwa lokasi pembangunan pos polisi ditetapkan oleh Mabes Polri. Namun, Polres Pohuwato tetap membuka ruang telaah staf untuk menyalurkan saran masyarakat secara berjenjang.
Aksi sempat diwarnai pembakaran ban bekas di depan Kantor Bupati, tetapi berhasil dipadamkan atas kesadaran massa sendiri. Berkat langkah persuasif aparat, situasi tetap terkendali tanpa insiden berarti. Sebelumnya, personel Sat Intelkam Polres Pohuwato juga telah melakukan pendekatan kepada koordinator aksi, orator, dan tokoh masyarakat guna mencegah potensi kericuhan.
Pengamanan dipimpin langsung Kapolres Pohuwato dengan dukungan personel gabungan dari Polres Boalemo, Kodim 1313/Pohuwato, dan Satpol PP. Hingga pukul 15.30 WITA, aksi berakhir dengan aman, tertib, dan kondusif.
Salah satu warga Desa Teratai, Isal Laselo, mengapresiasi langkah cepat kepolisian. “Aspirasi masyarakat bisa disampaikan tanpa kericuhan, dan ini menunjukkan kepolisian bekerja secara persuasif menjaga ketertiban,” ujarnya.(Rey/Jujan)

