Polres Sintang Sukses Atasi Kemacetan di Penutupan Gawai Dayak ke-12

Table of Contents

RNN.com
Sintang – Ribuan masyarakat memadati kawasan Rumah Betang Tampun Juah di Jerora Satu, Kabupaten Sintang, Sabtu malam (19/7/2025), untuk menyaksikan acara penutupan Gawai Dayak ke-12. Perayaan budaya tahunan ini berlangsung meriah, aman, dan tanpa kendala berarti, termasuk persoalan kemacetan yang kerap menjadi keluhan pada tahun-tahun sebelumnya.

Polres Sintang yang kini dipimpin oleh Kapolres baru, AKBP Sanny Handityo, S.H., S.I.K., mengerahkan personel dari berbagai satuan untuk mengamankan jalannya kegiatan. Turut hadir pula Kapolres sebelumnya, AKBP I Nyoman Budi Artawan, S.H., S.I.K., M.M., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Sintang dan Wakil Bupati Sekadau sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Dayak.

Salah satu keberhasilan besar dalam pengamanan tahun ini adalah lancarnya arus lalu lintas di sekitar lokasi acara. Berbeda dengan tahun sebelumnya, yang sempat diwarnai kemacetan panjang dan keluhan dari warga, tahun ini kepolisian berhasil melakukan antisipasi secara efektif.

“Kami menempatkan personel hampir di sepanjang jalan dari Betang hingga Jembatan Jemelak. Mereka bertugas mengatur arus kendaraan dan memberi imbauan kepada masyarakat,” ujar AKBP Sanny Handityo. Ia menyampaikan rasa syukur karena kegiatan berlangsung tertib meski dipadati oleh pengunjung. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tapi tetap kondusif dan tidak mengganggu aktivitas umum,” tambahnya.

Upaya pengamanan melibatkan pengaturan lalu lintas secara aktif, pembukaan jalur alternatif, serta pengawasan di pintu masuk dan keluar kawasan acara. Hasilnya, tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun laporan gangguan keamanan.

Kapolres Sintang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendekatan humanis yang dikombinasikan dengan kesiapan teknis dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi semua,” katanya.

Penutupan Gawai Dayak ke-12 bukan hanya menjadi puncak perayaan budaya, tetapi juga mencerminkan sinergi antara TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, panitia, dan masyarakat adat. Kolaborasi ini menjadi kunci kesuksesan penyelenggaraan acara yang mengangkat kearifan lokal sekaligus menciptakan suasana yang aman dan tertib bagi masyarakat.(Apui)

Tak-berjudul81-20250220065525