Batalyon B Pelopor Ikuti Apel Kesatuan Virtual Dipimpin Dansat Brimob Polda Sumsel, Tegaskan Komitmen Berantas Pelanggaran Internal

Table of Contents

 

APEL- Jajaran Brimob Polda Sumatera Selatan ikuti apel Kesatuan yang digelar secara virtual./Foto: Istimewa


RNN, COM, LUBUK LINGGAU– Komitmen tanpa toleransi kembali ditegaskan jajaran Brimob Polda Sumatera Selatan. Dalam Apel Kesatuan yang digelar secara virtual dan dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol Susnadi, S.I.K., seluruh personel diminta waspada dan tidak bermain-main dengan pelanggaran berat seperti penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), serta keterlibatan dalam kendaraan bodong atau ilegal. Rabu (24/07/2025)

Kombes Pol Susnadi, S.I.K.,  menegaskan bahwa institusi tidak akan ragu menjatuhkan sanksi keras, bahkan sampai pada Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), kepada siapa pun anggota yang melanggar.

 “Saya tidak akan beri toleransi. Narkoba, judol, kendaraan bodong—semua itu sudah jelas dilarang. Jika ada anggota yang terlibat, kami akan proses dan tindak tegas, sampai ke PTDH jika diperlukan. Ini soal harga diri dan kehormatan institusi,” tegas Kombes Pol Susnadi, S.I.K., dalam arahannya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar seluruh anggota menjauhi segala bentuk aktivitas ilegal, termasuk menjadi pelindung atau backing praktik-praktik yang melanggar hukum. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik, disiplin, serta loyalitas antar anggota demi menjaga kekompakan dan profesionalisme Korps Brimob.

Menanggapi arahan tersebut, Komandan Batalyon B Pelopor, AKBP Andiyano, S.K.M., M.H., menyatakan sikap tegas yang sejalan. Ia memastikan tidak akan membela siapa pun anggotanya yang melakukan pelanggaran berat. Sanksi tegas akan dijatuhkan, dan PTDH bukanlah sesuatu yang ditunda jika pelanggaran terbukti.

 “Saya pertegas kembali—bagi anggota saya yang terbukti menggunakan narkoba, terlibat judol, atau kendaraan bodong, saya pastikan akan langsung kami tindak. Tidak ada ampun, tidak ada kompromi. Kita harus jadi teladan dalam integritas dan loyalitas,” ujar AKBP Andiyano, S.K.M., M.H.,  dengan nada serius.

Apel kesatuan ini tidak hanya menjadi sarana penguatan koordinasi, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh jajaran Brimob terhadap disiplin, etika, dan tanggung jawab sebagai penegak hukum.

Brimob dituntut tidak hanya siap secara fisik dan operasional, tetapi juga bersih secara moral dan loyal dalam menjaga kehormatan institusi dan kepercayaan masyarakat.(Nasrullah)

Tak-berjudul81-20250220065525