Smart School Menyapa Boalemo: Dirjen Kemendikbudristek Tinjau Sekolah Piloting di Paguyaman

Table of Contents

RNN.com
- Boalemo, 11 Juni 2025 — Inovasi pendidikan digital semakin menguat di Kabupaten Boalemo dengan dilaksanakannya Kunjungan Pemantauan Pembelajaran Berbasis Smart School oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Kegiatan ini menyasar dua sekolah piloting di Kecamatan Paguyaman, yakni SDN 6 Paguyaman di Desa Tangkobu dan SDN 3 Paguyaman di Desa Molombulahe, serta SMK Kesehatan Muhammadiyah di Desa Permata.

Kunjungan diwakili langsung oleh Ir. Harris Iskandar, Ph.D, selaku Widya Prada Ahli Utama, yang hadir mewakili Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan diawali dengan prosesi pengalungan bunga dan penyambutan adat Longgo, tarian khas Gorontalo yang menggambarkan semangat bela diri dan penghormatan bagi tamu agung.

Saat diwawancarai media usai acara, Ir. Harris Iskandar menyampaikan kekagumannya terhadap kehangatan warga dan kesiapan sekolah dalam mengadopsi pendekatan pembelajaran baru. “Sangat bagus, orang-orangnya sangat ramah, makanannya sangat enak,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menekankan pentingnya transformasi pendekatan belajar dari hafalan menuju pemahaman mendalam (deep learning). Menurutnya, esensi pembelajaran bukan hanya soal tahu, tapi juga memahami makna di balik pengetahuan. “Siswa harus tahu kenapa mereka belajar, bukan sekadar menghafal. Belajar harus bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan mereka,” jelasnya.

Dirinya juga menyoroti tantangan besar dunia pendidikan di era digital, di mana guru tidak bisa lagi berjuang sendirian. Peran kolaboratif orang tua, masyarakat, hingga media sebagai agen pendidikan sangat penting dalam menciptakan ekosistem belajar yang sehat.

Kepala SDN 6 Paguyaman, Sofyan Zakaria Utiarahman, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan ini. “Ini sejarah baru bagi kami, sejak Boalemo berdiri, baru kali ini pejabat selevel Dirjen Kemendikbud datang ke sekolah kami,” ujarnya penuh haru.

Ia juga menjelaskan bahwa SDN 6 Paguyaman merupakan salah satu dari 28 sekolah piloting Smart School di Kabupaten Boalemo dan dijuluki sebagai Markas Tri Suka Sakti. Program ini bertujuan mengintegrasikan literasi digital, coding, dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran. Dukungan orang tua, komite sekolah, dan pemerintah dari berbagai level menjadi kunci suksesnya inisiatif ini.

Sebagai penutup, kepala sekolah berpesan kepada para orang tua untuk terus aktif mendukung proses belajar anak. “Pendidikan bukan hanya urusan sekolah. Ini tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat, dan negara,” tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru dalam mewujudkan pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan di Boalemo, serta menginspirasi daerah lain dalam mewujudkan Smart School Indonesia.(Rey)
Tak-berjudul81-20250220065525