Kementerian BUMN Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Program 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran
RNN.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus meningkatkan sinergi dengan berbagai kementerian dan badan strategis dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Langkah ini dilakukan untuk mendukung keberhasilan program 100 hari kerja Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kolaborasi lintas sektor ini diinisiasi untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional yang meliputi hilirisasi, pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat, stabilisasi harga pangan, hingga pengembangan sumber daya manusia dan energi berkelanjutan.
"Sinergi antar kementerian dan badan strategis menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Dalam 100 hari pertama, berbagai program nyata telah dilaksanakan dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa gotong royong adalah kunci keberhasilan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/1/2025).
Sebanyak 16 kementerian dan enam badan strategis telah terlibat dalam misi yang dirangkum dalam visi besar Astacita Pemerintahan Prabowo-Gibran: “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.
Selama 100 hari pertama, Kementerian BUMN berhasil menjalin kerja sama strategis untuk mendukung hilirisasi industri. Kemitraan ini melibatkan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Kepala BKPM, dan Satgas Percepatan Hilirisasi serta Ketahanan Energi Nasional. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah meningkatkan nilai tambah komoditas strategis di dalam negeri, mendukung swasembada energi, serta memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.
Sejumlah perusahaan BUMN seperti MIND ID, PTPN, Perhutani, Pertamina, dan PLN turut berkontribusi dalam mendukung hilirisasi di sektor mineral, perkebunan, kehutanan, dan energi nasional.
Dalam bidang infrastruktur, Kementerian BUMN bersinergi dengan Menko Infrastruktur, Menteri Perhubungan, dan Menteri ESDM untuk mempercepat pembangunan transportasi dan energi. Selain itu, kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum ditingkatkan untuk mendukung swasembada pangan dan hilirisasi melalui pembangunan infrastruktur strategis.
Di sektor pelayanan masyarakat, Kementerian BUMN memastikan harga tiket transportasi tetap terjangkau menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Sementara itu, stabilisasi harga pangan, khususnya beras, dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pangan Nasional, Kemenko Pangan, dan Kementerian Pertanian.
Kementerian BUMN juga meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional, yang telah menjangkau lebih dari 1 juta anak-anak dan kelompok rentan di 10 provinsi prioritas.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Kementerian BUMN bersinergi dengan Kementerian UMKM dalam memberikan akses pembiayaan kepada pelaku UMKM. Hingga Januari 2025, sebanyak 1,2 juta UMKM telah menerima kredit dari bank BUMN dengan total penyaluran mencapai Rp13,5 triliun.
"Melalui kolaborasi lintas sektor, kami optimistis Indonesia dapat menjadi bangsa yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing global. Gotong royong adalah landasan utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," tutup Erick Thohir.
(Supriyadi)