Bupati Lotim Minta Ponpes Dengan Kasus Pelecehan Santriwati Di Tutup

Table of Contents


RNN.com, Lombok Timur NTB
Bupati Lombok Timur H.M Sukiman Azmy dengan tegas meminta kepada Pondok Pesantren (Ponpes) yang tidak bermutu bahkan merusak nama lembaga pendidikan keagamaan seperti diberitakan (kasus pelecehan santriwati) beberapa waktu lalu agar ditutup. Langkah itu sebagai solusi agar tidak merusak citra Ponpes yang lain.

Kasus yang heboh belakangan ini tidak bisa ditoleransi, sebab melibatkan oknum pimpinan Ponpes atau pengasuh, berbeda jika kasus lain yang melibatkan antar santri bisa dimaklumi, Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri syukuran perpisahan dan kenaikan kelas MTs/ Ma NWDI Selayar Pada, Rabu (21/06/2023).

Bupati Sukiman menyebut, banyak dari orang tua memiliki rasa kegembiraan dan kebanggaanya karena banyak mempercayakan pendidikan anak-anaknya ke Ponpes, sebab menurutnya Lembaga pendidikan keagamaan memiliki banyak kelebihan dibanding sekolah umum, Lembaga pendidikan agama, umumnya tidak sekadar mentransfer pengetahuan dan ilmu, akan tetapi juga membentuk akhlak serta kemandirian santri, sehingga anak didik memperoleh bekal ilmu dunia dan akhirat.

Maka dari itu, Bupati menyarankan agar lembaga yang merusak citra Ponpes untuk ditutup, karena Lembaga pendidikan umumnya digunakan untuk pendidikan keagamaan.(win)
Tak-berjudul81-20250220065525