Diduga PT PHML Main Pecat Semena-mena, Aliansi Masyarakat Musi Rawas Peduli Buruh Siap Gelar Aksi Demo Besar-besaran.

Table of Contents


RNN.com, Musi Rawas, Sumatera Selatan - Polemik perburuhan yang seringkali terjadi saat ini, banyak mengundang reaksi dari berbagai pihak. Tak terkecuali PT PHML, diduga salah satu karyawannya diberhentikan secara arogan oleh pihak perusahaan, yang terkesan tanpa mempertimbangkan azas keadilan. Selasa, (18/04/2023)

PT PHML yang berada di wilayah Kecamatan Suka Karya, Kabupaten Musi Rawas, adalah merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah puluhan tahun bercokol meraup hasil di daerah ini. Namun menurut salah satu mantan karyawan, secara manajemen perburuhan tak ubahnya seperti sistem perbudakan di zaman kolonial. Seakan aturan dan perundang-undangan tidak berlaku di perusahaan ini.

Sebagaimana disampaikan oleh Virgo Simanjuntak, satu dari karyawan PT PHML yang diberhentikan secara tidak adil, kepada Wartawan Radar Nusantara News mengatakan, dirinya yang merupakan Asisten Peralatan di perusahaan tersebut, diberhentikan hanya karena kesalahan dari anak buahnya.

Menurut Virgo awal permasalahan ini berawal dari rusaknya salah satu kendaraan operasional milik perusahaan, tanpa unsur kesengajaan oleh bawahannya. Sembari menyebutkan, jika tak satupun manusia di muka bumi, yang menghendaki alat pendukung pekerjaannya sendiri rusak. Akan tetapi pihak perusahaan dengan tidak mau tahu, tetap memberhentikannya dengan berbagai alasan.

Sudah begitu, Virgo yang sudah diberhentikan, masih saja di minta mengganti biaya kerusakan alat operasional dengan menyebutkan nominal yang harus dibayarkan. Benar-benar tidak masuk di akal dan keterlaluan.....!!! 

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Virgo yang aktif sebagai pengurus salah satu organisasi dan juga berlatarbelakang sebagai Wartawan ini, memprotes kebijakan pihak perusahaan yang telah berhentikan dirinya. 

Sebab menurutnya, pihak perusahaan telah memperlakukan dirinya layaknya seperti sampah. Bahkan hak-haknya sebagai karyawan yang mengabdi 1.4 tahun, tidak jelas penyelesaiannya hingga saat ini. 

"Semua kesalahan yang dilakukan oleh karyawan di bawah saya, semuanya ditimpakan sepenuhnya kepada saya. Padahal kesalahan itu juga bukanlah unsur kesengajaan dari anggota saya. Apakah wajar langsung main pecat seperti itu. Bahkan tunjangan atau BPJS dan hak-hak saya lainnya, juga tidak jelas penyelesaiannya. Pihak perusahaan menganggap kita ini, seperti sampah saja,"Tegas Virgo ungkapkan kekesalannya. 

Menanggapi hal ini, tak main-main Hotler Situmorang yang merupakan Ketua DPC PBB Musi Rawas, tempat Virgo berorganisasi yang juga merupakan pengurus, memprotes keras tindakan pihak perusahaan tersebut.

"Tindakan main pecat, adalah bentuk arogansi pihak perusahaan, yang harus perlu di lawan. Sebagai Ormas yang merupakan kontrol sosial, kita sepakat akan menggelar aksi secara besar-besaran. Massa kita terdiri dari masyarakat, Ormas, dan LSM, yang kita namakan Aliansi Masyarakat Musi Rawas Peduli Buruh,"Tegas Ketua Hotler Situmorang.

Senada dengan Hotler, Ketua DPD Lembaga Garuda Sakti Provinsi Sumatera Selatan, Binsar Siadari juga menyampaikan hal yang sama.

"Kita rencanakan dalam waktu dekat kita akan gelar aksi secara besar-besaran. Perkiraan massa kita cukup lumayan, antara 400-500 orang. Sengaja kita kerahkan massa yang cukup besar, supaya pihak perusahaan, jangan memperlakukan karyawan dengan semena-mena. Perusahaan mau untungnya saja, karyawan salah dikit, main pecat tanpa ada pertimbangan. Kan karyawan itu juga manusia, janganlah menganggap karyawan itu seperti hewan,"Ujarnya setengah emosi.

Pihak Media Radar Nusantara News mencoba mengkonfirmasi permasalahan ini kepada pihak Manajemen Perusahaan, melalui pesan WhatsApp ke HRD  Perusahaan PT PHML. Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan atau koreksi dari pihak perusahaan. (Red)
Tak-berjudul81-20250220065525