Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan
rnn-chanell

Wujudkan “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat” Kementerian Sosial melalui Sentra Budi Perkasa di Palembang Kembali Gelar Bhakti Sosial Operasi Katara

RADAR NUSANTARA NEWS
18 Mei 2024, 15.30 WIB Last Updated 2024-05-18T08:30:07Z
RNN. com Palembang | Sumsel -Bhakti sosial operasi katarak gratis ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diselenggarakan oleh Sentra Budi Perkasa Palembang bekerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) Sumatera Selatan dan RSUP Dr. M. Hoesin Palembang, yang digelar di RSMH Dr. M. Hoesin Sabtu (18/05/2024).

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Sosial sebagai upaya pencegahan mengalami disabilitas netra (kebutaan) yang disebabkan oleh katarak yang diderita oleh lansia karena ketiadaan perawatan  karena keterbatasan akses, ekonomi ataupun pengetahuan, dan kesadaran akan pentingnya pencegahan kebutaan akibat katarak.

Direktur Utama RS. Mohammad Hoesin yang diwakili oleh Direktur Layanan Operasional RSMH dr. Ramadian MKM mengatakan, Katarak memang harus diatasi, melalui program pemerintah melakukan visi bagaimana Katarak ini tidak ada lagi ditahun 2030. Ini merupakan kali kedua RSMH mengadakan operasi katarak gratis, dan rencananya dalam waktu dekat akan bersinergi bersama komunitas sosial, Baznas dan lembaga-lembaga lainnya.

"Sampai hari ini baru 10 yang kita cover artinya butuh 10 tahun lagi agar terpenuhi, makanya kita mencoba mengatasi itu dengan membuat kelompok agar ada donatur yang turut membantu. Ini bentuk kontribusi kita kepada masyarakat Sumsel agar RSMH menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumsel maupun sumbagsel," Ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Sentra Budi Perkasa, Gini Toponindro mengatakan, Tentunya, jika ada salah satu anggota keluarga yang mengalami kebutaan karena katarak akan berdampak pada kondisi sosial ekonomi keluarga tersebut, karena aktivitasnya mengharuskan untuk dibantu oleh anggota keluarga lainnya, hilang kemandiriannya, berdampak pada berkurangnya waktu untuk bekerja dan mencari nafkah hingga berdampak pada masalah sosial lainnya. 

"Inilah yang diupayakan oleh Kementerian Sosial sebagai upaya pencegahan terjadinya masalah sosial lainnya yang disebabkan karena katarak," Terang Gini Toponindro.

Pada tanggal 16 Mei 2024 telah dilakukan skrining dengan peserta sebanyak 72 orang dengan mencakup proses skrining mulai pemeriksaan tekanan darah, gula darah, pemeriksaan mata, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 orang yang lolos skrining dan akan menjalani operasi katarak hari ini di RSUP Dr. M. Hosein Palembang dan untuk kontrol ulang akan dilaksanakan pada esok hari tanggal 19 Mei 2024 di rumah sakit yang sama. Adapun jumlah tim dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang mendukung kegiatan ini sebanyak 45 orang yang diturunkan oleh pihak rumah sakit dan Perdami.

Berdasarkan data, peserta yang mendaftar berasal dari berbagai daerah diantaranya ada yang berasal dari wilayah Sungsang Kab. Banyuasin, wilayah Muara Kuang Kab. Ogan Ilir, wilayah Kota Prabumulih, wilayah Kab. OKU Selatan hingga wilayah Kab. Musi Rawas Utara yang berjarak ± 280 Km dari Kota Palembang.

Sementara itu, Kasno asal Oku Selatan daerah Ranau pegunungan Sibatuhu selaku peserta Katarak Gratis mengucapkan ribuan terima kasih kepada ibu Menteri atas adanya kegiatan ini yang sangat membantu masyarakat yang tidak mampu untuk berobat mata.

Peserta yang berasal dari luar Kota Palembang kita berikan fasilitas penginapan di Sentra, dan seluruhnya mendaptkan transportasi datang dan pulang, permakanan hingga diberikan bingkisan berupa sembako dan tambahan nutrisi bagi para peserta operasi katarak.

Pewarta Kabiro RNN. com: Amyadi 
Editor Pimred RNN. com. : Bk

Iklan

iklan