,

Pedagang BBM Eceran Mengeluh, Ada Oknum Ngaku LSM Minta Jatah

RADAR NUSANTARA NEWS
24 Maret 2024, 22.30 WIB Last Updated 2024-03-24T15:30:26Z
iklan











 
Sejumlah pemilik kios bahan bakar minyak (BBM) eceran resah setelah mengetahui bisnis yang dijalani tidak menghasilkan, sebab, terlalu banyak pihak yang memanfaatkan usaha tersebut untuk mencari keuntungan.
Salah satu pemilik kios BBM eceran, Mirwan Saputra (33) mengatakan, untuk bisa mendapatkan BBM saat ini harus antri hingga berjam jam 

Para pedagang sama-sama ngantri BBM ketika tiba di SPBU.Kadang Stok BBM Sekarang kan terbatas. Kalau kita ketinggalan antrean di SPBU, itu jangan berharap bisa dapat BBM. Karena yang mau isi ulang bukan hanya saya, tapi banyak pemilik kios eceran lainnya,

Mirwan mengatakan, bisnis jual-beli BBM eceran saat ini banyak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.
Modusnya, mereka datang mengaku LSM dan menakut nakuti dengan dalih melanggar hukum bisa dipidana katanya sambil menunjukan KTA dan buku KUHP.






“Kalau mau aman oknum tersebut meminta uang  jasa dan pengecer diminta isi tangki hondanya sampai full
Kalau tidak katanya dia mau melaporkan penjual yang dituduh menimbun BBM padahal saya cuma punya dua Jerigen isi 30 liter yang saya beli 10 ribu rupiah perliter dan di ecer Rp 12 ribu, perhari paling laku 30 liter jadi saya memperoleh keuntungan kotor 60 ribu rupiah perhari sementara antri saat membeli hingga berjam jam" Kata Mirwan kepada Wartawan Media Ini Minggu (24/03/2024) Sore.

Sementara itu, Si Ros janda beranak dua yang ditinggal mati suaminya dua tahun lalu juga pemilik kios BBM eceran lainnya
Yang berada di Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai mengatakan, isi ulang BBM di SPBU untuk diperdagangkan kembali tidak seperti dulu saat ini pemilik kios banyak mengeluarkan biaya agar bisa mendapat BBM.

“Ada oknum-oknum di SPBU yang menurut kami ini memberatkan usaha kami. Contoh, kalau tidak bayar antrean posisi kita jauh di belakang. Lalu trennya sekarang, kalau habis isi BBM itu ngasi uang ke oknum SPBU,” jelasnya.

Kata dia, uang yang diberikan semata-mata untuk mempermudah informasi ketersediaan BBM di SPBU.
Kalau tidak mengikuti tren tersebut, dirinya kesulitan untuk mendapatkan BBM.

Terus terang, jika tidak ada pengecer seperti kami ini warga yang jauh dari SPBU akan kesulitan mendapatkan minyak, kalau kondisi tetap seperti ini dipastikan saat lebaran nanti banyak yang mendorong  kendaraan karena tidak ada yang jual minyak,” Ujarnya dengan nada Ketus

Dirinya dan masyarakat berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. "Pungkasnya

Ditempat Terpisah Reporter Media ini mencoba menemui Salah satu Administrasi SPBU yang meminta namnya tidak di ekspos  Dia mengatakan, pihaknya menolak beberapa pengecer BBM yang tidak membawa surat rekomendasi saat membeli di SPBU
“Ya dengan terpaksa kami menolak beberapa orang yang ingin membeli BBM menggunakan jerigen tanpa surat rekomendasi dari Disperindag.

Langkah tersebut, bertujuan untuk menjaga pasokan BBM yang sudah dijatah oleh Pertamina. Selain itu agar konsumen SPBU tetap bisa melayani dengan baik Meski tidak menyebut secara pasti, namun ia mengaku sampai saat ini volume konsumsi BBM masih normal. Tidak ada lonjakan "Inshaa Allah bulan Ramdhan sampai Idul Fitri kita Prediksi aman dan lancar" Pungkasnya.



Pewarta kordinator RNN. com: M ILHAM, SH
Editor Pimred RNN. com  : Bahtum Bk, SH 

Iklan