,

Di Desa Sengkuang Diduga Aliran WC Umum Beberapa Titik Ada Yang Diakui Milik Pribadi.

RADAR NUSANTARA NEWS
22 Maret 2024, 22.13 WIB Last Updated 2024-03-22T15:13:18Z
iklan










Di Desa Sengkuang di Kabupaten Seluma, peraturan dan aturan pemerintahan unik di dalam mengambil kebijakan di Desa tersebut ada salah satu 1 WC umum dan sumur bor yang akan di gunakan untuk kepentingan Masyarakat umum ada beberapa titik yang saat ini terbengkalai akibat tidak di gunakan oleh Masyarakat di duga di akui milik pribadi dan warga meminta kepada perangkat Desa dan kepala Desa untuk mengambil langkah aturan dan peraturan di Desa dan kebijakan agar Masyarakat bisa memakai air dan WC umum kembali untuk di fungsikan (22/3/2024) 

" Tim awak media meng investigasi di lapangan bersama tokoh Masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya , cek dan ricek di lokasi benar adanya WC dan sumur bor dan tower ada di samping milik perumahan pribadi, dan Masyarakat meminta kepada pemerintah Desa agar bisa mencari jalan tengah terkait WC dan sumur Bor yang di klaim milik pribadi, sedangkan warga sekitar sangat membutuhkan air dan WC umum,  sekarang keadaan WC dan sumur terbengkalai dan tidak terawat bila mana ada yang mau mengunakan pemilik rumah , di duga mengatakan Bongkarlah bangunan gedung dan peralatan yang ada , kata pemilik rumah. kata  Warga sekarang musim penghujan jadi sumur ada airnya bila kemarau sumur banyak yang tersedot oleh sumur bor tersebut," tutur Masyarakat 

"terkait ketahan pangan yang di sampaikan oleh masyarakat di dalam rapat bersama warga dan aparat Desa mengatakan ketahanan pangan akan kita belikan   unggas binatang untuk  kita semua , setelah turun ke masyarakat bibit durian dan jambu 4 batang   yang sampai saat ini jarang yang di tanam bibit jadi  kering tidak di manfaatnya oleh warga .  Terkait ini awak media 2 hari berturut" tetapi sekdes dan Kepala Desa sulit untuk di temui  di kantor maupun  di rumahnya pribadi   kemudian  di hubungi lewat sambungan tlpn terkait ketahanan pangan jawabnya ketemu di kantor saja  jawab sekdes , yang di dalam musyawarah dengan tokoh Masyarakat dan perangkat Desa  warga akan menerima bibit binatang unggas ternyata yang di terima oleh warga bibit durian dan bibit jambu 4 batang  ,"  tutur Masyarakat 

"Dan kepada APH kabupaten Seluma agar di tindak lanjuti terkait dugaan dana desa melaui ketahanan pangan yang di bagikan untuk Masyarakat di dalam Musyawarah di bagikan bibit unggas binatang akhirnya di gantikan menjadi bibit batang buah buahan durian dan jambu kalau ini melanggar di harapkan untuk di tindak lanjuti terkait dugaan dan ketahan pangan tersebut. 


Pewarta Kabiro RNN. com  : Mihin 
Editor Pimred RNN. com   : Bahtum Bk, SH 

Iklan